Karya : Rudini Pratama
Pagi yang begitu dingin membuatku enggan membuka mata untuk beranjak dari tempat tidurku dan selimut tebal yang membuatku begitu hangat.
Sang Matahari tidak menyapaku pagi ini, sebagai gantinya gumpalan awan gelap menyelimuti langit di pagi yang indah ini.
Hufftt… Hal yang paling aku benci karena hujan membuat langit menjadi mendung sehingga aku tidak dapat melihat indahnya sinar mentari di pagi hari. “ Rudini ..!!!! Ayo cepat bangun sayang… sudah siang, emangnya kamu gak berangkat sekolah hari ini???.” Terdengar teriakan mama samar-samar dari arah dapur.
BRAKK, tiba-tiba pintu kamarku terbuka lebar.” Kakak cepet bangun…!!!! mama udah marah-marah, sekarang udah jam 06.30 ntar kakak telat lho….”teriak adikku mencoba membangunkanku sambil menarik-narik selimutku. “Kakakkkk….. Cepetan bangun ntar di marahin mama lho…” teriak fajar lagi.“ Iya.. Iya… Emangnya Jam berapa sih ?? Kok udah pada teriak-teriak, ini kan masih jam 05.30 adikku sayang.”
Kataku sambil melirik ke arah jam dinding di kamarku, aku heran melihat fajar memberikan tangannya kepadaku.
” Lihat jam tangan ajar baik-baik… Sekarang udah jam 06.30 jam di kamar kakak mati. Jadi kakak siap-siap aja buat telat ke sekolah.” Oh My God, Aku kaget melihat jam milik adikku itu. Dengan cepat aku langsung meraih handukku dan terus melaju ke kamar mandi. Semua orang di rumah itu hanya geleng-geleng kepala menyaksikan aksiku yang sedang terburu-buru.
Setelah berlari-larian mengejar ankot (angkutan umum ) dan berdesak-desakan dengan penumpang lainnya yang kebanyak pelajar sepertiku akhirnya sampai juga di sekolah. Sambil terus berdoa dalam hati semoga hujan tidak turun agar aku tidak sial hari ini. Tanpa aku sadari pak guru yang sedang berdiri di Gerbang Sekolah menegurku.
“kamu udah jam segini baru datang..??” Sapanya sambil setengah menahan tawa melihatku terengah-engah. Sudah tau nanya. Batinku kesal. ”Ya Pak”.Jawabku singkat sambil tersenyum simpul. Akupun dihukum dan disuruh mempunguti serakan sampah di lingkungan sekolah.
Kemudian aku melanjutkan perjalanan menuju ke kelas.
Setelah bel pulang pun berbunyi aku segera pulang karena hari ini hari jum’at , dan sebentar lagi aku akan segera mengikuti acara menginap dalam rangka LDKS dan mengikuti pengurus Osis tahun jabatan 2009/2010 .
Setelah shalat jum’at akupun segera bersiap-siap berangkat ke sekolah .Dengan barang-barang bawaan yang sangat banyak .
Setiba disekolah aku langsung masuk ruangan dan duduk dibangku , aku melihat seorang perempuan yang disebelah bangkuku .
Aku tersenyum padanya walau aku gak kenal sama dia , aku berkata kepada dia sambil bercanda
“hai .... mau pulang kampung yah bawa barang banyak lebih dari aku ,hehe “
Lalu dia pun menjawabnya
“dari pada kamu , mau menasik haji “ jawab dia .
Akupun begitu terpesonanya sama dia , betapa cantiknya , lembutnya , dan ramahnya kepada aku . Aku bertanya kepada salah satu kakak yang sekelompok bersama dia .
“kak kalau anggota kakak yang perenpuan itu siapa namanya “
“ohhh yang itu bukan ... dia may “
“emmp umay ,, makasih yah ka “
“ia sama-sama rud “
✁ ✂ ✄
Acara demi acara semua aku jalankan , Tangis , Haru , Sedih , Senang , lelah, lesu , dan tegangpun telah terjalani . Apalagi panitinya yang begitu galak dan tegasnya kepada kami semua . 2 hari sudah aku mengikuti acara Ldks ini dan saatnya kami semua pulang.
Suasana sekolah setelah pulang begitu sepi dan sedikit mencekam, sehingga aku menuju ke luar gerbang sekolah dengan berlari. akupun bertemu dengan si may , Aku memberanikan diri untuk menghampirinya dan berkata yg bercanda .
“ehh si pulang kampung bertemu lagi “ dia hanya tersenyum kepadaku .
Ketika sampai di rumah , aku begitu lemasnya .Aku segera beristirahat kekamarku yang sudah 2 hari kutinggalkan .
Aku selalu membayangkan si May yang selalu kuingat didalam benakku ini . semenjak itu aku merasa aneh.
Entah apa yang aku rasa saat itu, aku tak mengerti apa yang sedang terjadi kala itu, aku seperti orang yang tak tentu arah.
Saat aku sadari ternyata aku mulai jatuh cinta, ya aku jatuh cinta untuk yang pertama kalinya rasa ini semakin hari semaki dalam .
Namun aku tak mampu melakukan apa yang ingin aku lakukan.
Aku hanya mengaguminya dari kejauhan, aku hanya mampu melihat senyumnya dari sini dari kelasku yang begitu bersebrangan .
✁ ✂ ✄
Setelah beberapa hari aku lewati , disitu aku hanya bisa ngukapkan kalau aku suka , sayang , dan cinta pertama kalinya sama si umay tapi hanya lewat surat yang aku tulis . Aku begitu bodohnya karena aku tak bisa mengukapkan langsung padanya , lalu diapun menjawabnya yang begitu lamanya lewat teman dekat ku dan may yaitu ola .
“Rud katanya apa maksudnya “ kata ola , dia tidak mengerti apa maksud aku .
Rasanya hatiku sangat sakit saat itu, hatiku ada 1 dan akhirnya hancur berkeping-keping.
Tuhan, mengapa ini terjadi padaku??
Aku menutupi rapuhnya hatiku dgn caraku sendiri.
Lalu aku meminta no tlp,nya kepada ola , dan akhirnya aku di beri sama si may
✁ ✂ ✄
Ketika pulang sekolah aku ketemu sama dia , dan dia bilang “sms ajah yah sama aku “
“ia tar aku sms “jawabku sambil hatiku yang begitu bahagianya .
Sekitar waktu 03.30 aku sedang dirumah nenekku , aku terlupa kalau aku mau sms si may .
Akupun segera sms dia dengan kata-kata yang penuh jatuh cinta kepadanya .
Tetapi ketika dia balas suruh Tlp aku .
Akupun telepon dia , Yang mampu membuat jantung ini berdegup lebih cepat. Dan akhirnya aku mulai bisa berbincang-bincang dengannya .
Akupun segera mengeluarkan apa isi hatiku yang sebenarnya aku begitu sangat Office karena aku hanya bisa lewat tlp . Suasana semakin tegang , Jawabannya aku tunggu-tunggu , detik demi detik aku tunggu , lalu dia menjawab ia kalau dia menerima cintaku .
Aku tak begitu percaya kalau dia mau menerima aku , lalu aku sms dia
“may . . . serius kmu terima aku “
“ia aku terima kamu , tapi aku kamu harus
Menerima aku apa adanya “
Hatiku begitu bahagia dan senang .
Haripun berganti-ganti , pada hari sabtu tepat besok hari spesialku , dimana umurku bertambah usia .
Aku keluar di kelasku dan duduk disebuah tempat sampah yang terbuat dari ban , Sial aku begitu bodohnya tiba-tiba aku terjatuh dan tangan kiriku terluka karena masuk selokan kecil depan kelasku .
“ Hahahahahah.....si rudi jatuh masuk selokan “ temanku tertawa dengan suara yang begitu senang melihatku .
“Awhhh ... sakit tau . Bantuin ak susah bangun “ dan akupun dibantu dan dibawa ke Uks .
Sepulang di uks bel pulang berbunyipun bernyala , aku harus bertemu dengan may di belakang kelas dia .
Ketika aku datang , dia perhatian banget sama aku . Dia pegang tanganku yang terluka , kukira dia ingin melihat lukaku tetapi dia malah pasangkan jam yang dia beri buat aku .
Betapa baiknya may kepada aku , aku tidak bisa membalasnya apa kebaikan dia tapi aku begitu banyak berterima kasihnya aku kepada may .
✁ ✂ ✄
Hari telah cukup lama aku sayang sama may , Ketika malam aku sedang sms-an sama dia .
Aku marah sama dia sehingga mulutku tak terjaga dengan ucapanku yang begitu tampa sebab .
Aku putuskan dia dengan penuh rasa Kecewa , aku kasar sama dia sehingga hatinya terluka olehku .
Aku kecewa..
Aku harus rela dia meninggalkan aku karena ini salahku sendiri
Namun aku tak sekuat yang aku kira, aku berharap aku mampu namun ternyata aku tak mampu. Sesudah aku dengannya putus aku saling mengejek dengan dia.
Sampai-sampai aku gosipkan kalau jam pemberian darinya aku pecahkan padahal itu bohong dan pikir belaka aku , aku masih simpan jam itu karena aku masih sayang sama dia .
✁ ✂ ✄
2 tahun kemudian , aku duduk dikelas IX–A sedangkan dia duduk dikelas IX–B aku begitu masih sayang sama dia walau aku hanya sebatas teman aku hanya bisa liat dia lewat jendela . aku selalu berdo’a kepada tuhan semoga aku bisa dekat walaupun teman .
Akhirnyapun Tuhan mendengar doaku, aku kembali bisa dekat dengan cinta pertamaku itu.
Ahhh, senangnya aku ini :D
Lama-kelamaan aku semakin dekat dengan dia..
Dan sekarang dia bukan lagi bayangan, tapi dia adalah KENYATAAN
✁ ✂ ✄
Hari demi hari aku lewati , tiba saatnya aku kembali lagi dengannya , aku pun sekarang mulai mendekatikanya dan mengatakan apa ungkapan rasa hati aku ini.
Tapi ini berkata lain, Aku terlalu rapuh untuk itu..
Namun aku tak putus asa, aku terus menunggunya dan aku hanya menangis dalam diamku.
Aku berdoa, suatu hari nanti umaya bisa mengerti rasaku ini .
I will be love you, until the end of time , Aku akan mencintaimu, hingga akhir waktu.
selesai
✁ ✂ ✄
0 komentar:
Posting Komentar